Tentang


SD Negeri Sesepan 02 merupakan sekolah yang didirikan pada tahun 1985. Terletak di daerah pedesaan jauh dari pusat pemerintahan kecamatan. SD Negeri Sesepan 02 menawarkan lingkungan yang lebih tenang dan komunitas yang lebih erat yang peduli dan gotong royong yang kental khas pedesaan. Kondisi geografis ini memungkinkan proses pembelajaran mendalam berlangsung secara efektf.

SD Negeri Sesepan 02 merupakan sekolah Negeri yang mempunyai Program andalan sekolah yaitu �BERWAWASAN� (bertaqwa, berwatak mulia, berprestasi dan peduli lingkungan). SD Negeri Sesepan 02 menjadi sekolah terdepan di Desa Sesepan dalam hal transformasi pengelolaan manajemen sekolah yang akuntabel dan tepat sasaran. Program ini terwujud atas hasil analisis pihak sekolah bersama komite sekolah atas kekuatan dan kelemahan melalui 7 aset sekolah yang dimiliki.

Jumlah seluruh murid SDN Sesepan 02 adalah 196 anak dengan penyebaran usia 7-9 tahun sebanyak 42 anak dan usia 10-12 tahun 47 anak. Mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mayoritas dari mereka dari keluarga ekonomi menengah ke bawah dengan 100% menganut agam islam.

Guru dan Tenaga kependidikan SD Negeri Sesepan 02 pada tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 10 orang, terdiri atas 1 kepala sekolah, 8 guru, dan 1 penjaga sekolah. Kepala satuan pendidikan berlatar pendidikan terakhir S1 dengan status kepegawaian PNS. Semua pendidik memiliki latar Pendidikan Guru Satuan pendidikan Dasar (PGSD).

SD Negeri Sesepan 02 menunjukkan perpaduan unik antara aset budaya positif yang kuat dan tantangan budaya yang memerlukan perhatian. Lokasinya di pedesaan, jauh dari ibu kota kecamatan, secara signifikan membentuk dinamika internal sekolah dan interaksinya dengan komunitas.

SD Negeri Sesepan 02 memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran. sebanyak 6 kelas layak pakai digunakan untuk pembelajaran setiap harinya. Setiap ruang kelas didesain dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, dilengkapi dengan meja, kursi yang disesuaikan dengan usia murid, serta papan tulis putih (whiteboard) di seluruh kelas. Penataan kelas didukung untuk memfasilitasi berbagai metode pembelajaran, mulai dari diskusi kelompok hingga presentasi individu.